Dulu, waktu masih SMP, saya suka kalang kabut dan bingung untuk mencari hadiah apa yang harus diberikan untuk orang tersayang, apakah itu bunga, coklat, atau gelang tali kembaran. Kadang karena budget terbatas saya malah kepikiran buat ga ngasih apa - apa saja. Lagian, dulu juga dibikin bingung mengapa sekolah saya memberikan selebaran kepada seluruh murid untuk tidak merayakan valentine. Tapi namanya juga anak SMP, tetap saja kami merayakannya meskipun harus "backstreet" dari Bapak dan Ibu Guru. *sekarang baru sadar kalau ini cuman sayang -sayangan cinta monyet doank eheheh. .

Beberapa tahun lalu saya merajuk hanya karena seseorang tidak memberikan coklat ketika hari valentine, duh alay banget! Malu sendiri kalau inget tingkah sok mandja dan alay-nya saya pas jaman jahiliyah *sekarang masih sih. Kya!. Kemudian beberapa tahun berikutnya lagi, saya dibuat terharu oleh seseorang yang tidak saya sangka akan memberikan coklat dan segala pernak - pernik valentine anak muda pada umumnya. Padahal, saya sudah tidak mengharap dapat hadiah atau apapun itu mengingat kami berdua sudah tidak muda lagi. Tapi benar, saya bahagia saat itu, siapa sih, yang tidak suka diberi hadiah? Ntah itu sepotong coklat, atau satu set coklat valentine di alfamart. Sekuntum bunga mawar, atau satu buket mawar putih. Apapun itu, pemberian dari orang yang kita cintai pasti akan membuat bahagia. *Pun itu cinta monyet atau cinta mati satu, dua dan berikutnya.

Disetiap fase perayaan valentine saya, selalu ada kebahagiaan. Meskipun kadang ada kekecewaan karena pengharapan yang terlalu besar (biasanya dalam hal seberapa besar kejutan dan tingkat keromantisannya ehehehe). Tapi tetap, jika diresume, banyak bahagianya ketimbang sedih dan dramanya ketika merayakan valentine. "Terus sekarang, gimana valentine kamu Ben?"

Sekarang, masih sama kaya tahun - tahun kemarin. Cuman sekarang lebih bersyukur, karena semenjak mengenal cinta, saya tidak pernah ikut - ikutan latah merayakan valentine, ataupun tidak merayakannya hanya karena selebaran  dengan cerita yang ntah dari mana sumbernya (dan tidak membaca kemudian memperdebatkannya). Bersyukur waktu SMP ngasi coklat dengan nabung uang jajan dan bukan nodong ortu. Bersyukur mantan - mantan saya sebelumnya memberi coklat karena tulus sebagai ungkapan cinta dan bukan cuman untuk meningkatkan dopamine dalam otak saya. Bersyukur karena baik saya maupun mantan - mantan saya, tidak mengatasnamakan valentine sebagai perayaan nafsu belaka melainkan cinta. Bersyukur karena sekarang sudah mengerti bahwa cinta tidak harus dirayakan ketika valentine saja. Bersyukur karena selama ini saya merayakan cinta karena cinta itu sendiri.

Happy Valentine my dearest family, friends, and colleagues! Wish u have the most romantic and lovely Valentine ever with u're loved one.



*PS:
 - Yes, i'm single now, write this post and spend valentine with my mom and bro plus Elsa, if she coulb be count. *ini sih iklan eheheh

- Maaf kalau lagunya kurang romantis, yah,.. namanya juga lagu valentinenya single! 



No comments:

Powered by Blogger.