Wisata Religi Sunan Muria: Beribadah, Berwisata, dan Belanja.



Untuk ukuran seorang warga Kota Kudus, gue mungkin harus malu, malu banget malah. Di saat ribuan bahkan puluhan ribu warga dari luar kota berbondong - bondong dan dengan segenap daya, dan upaya, guna mengunjungi Gunung Muria untuk keperluan religi, atau biasanya lebih dikenal dengan "Ziarah" disetiap harinya. Lah gue? Justru baru pertama kali ini menuju ke Gunung Muria untuk berziarah ke makam Sunan Muria. Maksud gue, ke Muria sih sering, untuk sekedar ke BuPer Kajar, sekedar menikmati air terjun Montel, atau mencari ketenangan di desa wisata Rahtawu. Tapi untuk beneran niat mau ziarah ke makam Sunan Muria baru sekali ini. Hehehe. Cukup 30 menit atau 20 menit kalau kalian bisa ngebut dari kota Kudus. Paling mudah ditempuh dengan menggunakan sepeda motor kalau menurut gue, karena selain rutenya yang masih dalam kategori aman untuk dilalui sama motor, kita juga ga bakal diribetin sama urusan parkir mobil yang kalau menurut gue agak ribet dan kurang praktis (atau emang dasarnya gue paling males parkir mobil yak). Pake angkutan umum? Ya, boleh aja, ga susah, cuman kalian akan mengalami keterbatasan waktu. Karena di Kudus angkutan umum jam enam petang aja udah sunyi senyap alias ga ada sama sekali. Beda kalau naik motor, selain banyak parkiran, kita juga bakal bisa menantang adrenalin ketika sampai di area parkir.

Iya, di sini setelah sampai di parkiran kalian bisa memutuskan untuk parkir, kemudian naik ojek yang super duper ekstrim bapak dan mas - mas ojeknya. Atau terus mengendarai motor kalian sampai ke area makam. Well, yang satu ini gue ga rekomen sih, apalagi kalau motor kalian matic, it's a big NO! Alternatif lain kalau kalian takut naik ojek yang(bakal berasa kaya naik roller coaster) super extrim, kalian bisa lewat tangga sepanjang kurang lebih satu kilometer, ga ada yang menegangkan, bahkan kalian bakal melihat pemandangan kota Kudus dilihat dari atas, dan banyak toko - toko souvenir dan oleh - oleh sepanjang anak tangga menuju makam Sunan Muria ini. Nah, tinggal kalian nih, mau pilih rute yang mana? Me? Here we go!

Rekomendasi rute:
- untuk naik ke makam mending naik ojek aja, gak serem - serem amat kok, asal jangan lihat bawah dan jangan lihat ke-histeris-an penumpang sebelum kamu, terutama ibuk - ibuk. Karena kalau naiknya pakai tangga, bisa ngos - ngosan serius! Dan kayanya naik ojek Muria ini juga bakal jadi cerita tersendiri buat anak cucu kita ntar, kaya semacam sebuah pencapaian dalam hidup gitu deh. YOLO! #halah

- untuk rute turunnya mending kita pilih rute menuruni anak tangga aja. Why? Selain kita disuguhkan dengan pemandangan yang keren, kita bakal dimanjakan dengan banyak toko - toko souvenir khas gunung Muria, juga oleh - oleh yang kudu wajib kalian cobain sebelum beli buat keluarga kamu. Why? because you can! and they're too delicious to skip. Plus lagi, lebih sehat dan kalian ga perlu merinding lagi naik ojek dengan kecepatan ekstrim dan menurun. Me? It's not recommended and not as fun as you do at first, apalagi yang takut ketinggian, BYE!

Caption from Top: - Gue, pose di antara penjual oleh - oleh, dan ini susah banget karena nunggu sepi, gak enak juga kalau ganggu para pejalan kaki di sini. - Area Souvenir dan oleh - oleh di dalam kompleks makam Sunan Muria, di sini harganya agak mahalan. - Gue lagi, shameless photo terus, ini di area luar makam, pengennya sih photo full, tapi lagi - lagi masi banyak sampah di area ini, jadi yah di crop aja gitu. - Accecories! YHAI! - Area buat makan makanan khas Muria, tapi pastikan sebelum membeli tanyakan tarifnya sebelum memesan menu, kadang ada oknum yang ngasi tarif es teh seharga bir BEWARE! - Area pedesaan di lihat dari rute anak tangga. Gue lagi, beda pose wkwkkw. Pisang Byar atau gedhang "Byar", konon katanya panjangnya bisa mencapa satu meter.

10 comments:

  1. Wah sekarang toko-toko souvenirnya jadi lebih rapi ya? Waktu ke sana tahun 2011 yang lalu masih belum seperti itu siih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huum kak, sekarang lebih rapi bagian souvenirnya yang di area makam, berasa di pasar tradisional Turki pokoknya >_<

      Delete
  2. Hmm, nexttime harus nyobain nih wisata religi ke Gunung Muria

    ReplyDelete
  3. emang lah ya, indonesia memang banyak tempat indahnya... ole-olenya mantep tuh, aksesoris.. oia gan, ada tempat pemandian air hangat gak disana gan? biasa sih saya kalo jalan-jalan gitu saya menyempatkan waktu untuk mandi di pemandian air hangat dulu, selain untuk menjaga kesehatan tubuh, juga baik untuk kulit saya seharian jalan di bawah terik matahari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya itu, belom ada pemandian air panasnya, cuman maren sempet nemu sumber yang ada gasnya, dikit tapi, next time mau nulis soal sumber air tiga rasa juga, doain ada waktu ke sana :-)

      Delete
    2. Wah boleh juga tuh nyobain naik ojek. Pasti seru...Saya belum pernah ke wali2 hang di jawa tengah. Mentok cuma Ziarah ke wali 5

      Delete
    3. Wah, semoga sampai sana sudah ada pemandian air panasnya

      Delete
    4. @Inggit, @Kucing Botol: Beneran menantang adrenalin kalau naik ojek, kayak naik roller coaster tanpa pengaman ahahaha

      Delete
  4. wah jadi pengen jalan-jalan kesana juga...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.