Solo Spirit of Java Photo Diary First Nite: A Beautiful Nightlife

Dapet spot keren di taman sepanjang Ciwalk, yaii Rere! you got the great natural lighting dear!

Dari rencana pertama yang ingin berlibur ke kota Malang, siapa yang menyangka, gue justru beralih
ke kota Surakarta— atau lebih dikenal dengan…., Solo Spirit of Java. Sampai di kota ini sore hari,,… daaannn HUJAN!(kurang romantis apa cobak? “Romantis poni elo rontok Ben???(!)” *di jambak Rere) gue, dan (tentu saja gadis yang paling setia nemenin gue kemanapun *halah) Rere transit bentar ke tempatnya Naoval sebelum akhirnya hunting penginapan yang murah binti mursidah. Tapi,.., ternyata kota ini benar – benar mempunyai pesona yang membuat kami ngga bersabar untuk menelusuri keindahan dan keramahan kota Solo. Bahkan di kala dinginnya malam, dan belum sempat beristirahat— yah, Solo memang terlalu indah untuk di lewatkan di malam hari terutama, WISATA KULINERNYA!

Artwork sepanjang tembok di pinggir pasar malam Ngarsopuro yang Full of Spirit of Java.

Kompleks pedagang kaki lima yang kalem dan nyaman buat makan atau sekedar kumpul sama temen atau keluarga, its like a street on London moved here in “Galabo”!

Beautiful and antique street light looks perfectly vintage
Hmmm,.. don’t know but,.. Batik inspired building?









The lightful, the charming, and calm city called Solo,…. i’m fallin in love!

Setelah gue ga berhenti elap iler gara – gara Naoval yang cerita dan mention banyak kuliner di Solo yang “Wajib Santap”. Kita pun memutuskan untuk ke Galabo, di mana hampir semua kuliner andalan, unik dan khas kota Solo di jual (dan di pamerin) di kemas dengan apik di kompleks perbelanjaan traditional yang cukup rapih dipadu dengan alunan musisi jalanan yang (sebenarnya jauh dari kata musisi jalanan sih, lebih ke band – band kafe yang klemis dan kece) mengalunkan lagu – lagu bernuansa eksklusif, jauh dari kesan “sekedar lapak pedagang kaki lima”. Dan, meskipun ini rahasia, namun sepertinya mimpi gue untuk bisa makan di pinggir jalan dengan nuansa bangunan klasik seperti di benua Eropa sudah bisa di wujudkan di Galabo. Yah, gue anggap ini versi “Jawa” nya saja yah. hahaha
Ok! Lanjut, kita menulusuri jalanan Solo di malam hari, itung – itung melorotin perut yang notabene kenyang gara – gara Nasi Liwet di Galabo tadi. Kata Naoval sih ada Nasi Liwet yang bener – bener khas dan paling sedep di deket pasar malam Ngarsopuro tapi jualnya start jam dua dini hari, Lah gue istirahatnya kapan? Padahal agenda jalan – jalan besok masih banyak aja! Jadi,. lumayan lah wisata kuliner di Galabo bisa jadi shortcut buat menelusuri kuliner khas Solo.Tapi tetep yah, nggak mungkin banget gue menyia – nyiakan waktu gue yang cuman tiga hari di Solo ini terbuang sia-sia. Kita pun memutuskan buat ke pasar malam Ngarsopuro, sudah hampir tengah malam,.. jadi para pedagang sudah mulai membereskan dagangan mereka. Ah! Sayang sekali! Dan kami pun janji, di malam berikutnya yang pastinya adalah malam tahun baru, kita bakal balik ke Ngarsopuro.

Benar – benar ngga cukup memang untuk menelusuri indahnya malam di kota Solo yang kalem, lembut, dan cantik! Kota yang tenang, ramah, dan penuh nuansa cultural, tradisi, berikut spiritual yang masih kental di tiap warganya (OK, untuk sementara gue tahu itu dari tukang becak, kondektur, dan sopir bus kota yang ramah dan jauh dari kata serem apalagi galak). Baru semalam saja gue sudah jatuh cinta (berat) sama kota ini. Tanya saja Naoval, sudah berapa kali gue bilang “Val, pokoknya one day, gue harus punya kerjaan di kota ini, dan menetap! harus!” Fasilitas yang modern tanpa harus mengorbankan tradisi dan adat istiadat, kota yang tidak trying too hard to be New York or some where else there. Dan satu lagi, gue belajar lebih banyak apa arti kata “slow” dan “kalem” di kota ini.
Ada yang punya pengalaman sama indahnya malam di kota Solo? atau info spot – spot keren di kota Solo pas malam hari? Di bagi yah pemirsa,. siapa tau pas balik lagi ke kota ini bisa Iben kunjungi dan jadi rekomendasi buat temen – temen yang lain. Duh, masih banyak photo dan cerita Iben di kota yang super kalem ini, tapi sudah ngantuk nih, lanjut next time yah ceritanya. Stay tune Rockstars!!! Last but not least, sound cheesy but yes! inspired by this night life on this city, i just wanna say “Keep Calm, and carry on!”

No comments:

Powered by Blogger.