Monday, March 28, 2016

Wisata Religi Sunan Muria: Beribadah, Berwisata, dan Belanja.



Untuk ukuran seorang warga Kota Kudus, gue mungkin harus malu, malu banget malah. Di saat ribuan bahkan puluhan ribu warga dari luar kota berbondong - bondong dan dengan segenap daya, dan upaya, guna mengunjungi Gunung Muria untuk keperluan religi, atau biasanya lebih dikenal dengan "Ziarah" disetiap harinya. Lah gue? Justru baru pertama kali ini menuju ke Gunung Muria untuk berziarah ke makam Sunan Muria. Maksud gue, ke Muria sih sering, untuk sekedar ke BuPer Kajar, sekedar menikmati air terjun Montel, atau mencari ketenangan di desa wisata Rahtawu. Tapi untuk beneran niat mau ziarah ke makam Sunan Muria baru sekali ini. Hehehe. Cukup 30 menit atau 20 menit kalau kalian bisa ngebut dari kota Kudus. Paling mudah ditempuh dengan menggunakan sepeda motor kalau menurut gue, karena selain rutenya yang masih dalam kategori aman untuk dilalui sama motor, kita juga ga bakal diribetin sama urusan parkir mobil yang kalau menurut gue agak ribet dan kurang praktis (atau emang dasarnya gue paling males parkir mobil yak). Pake angkutan umum? Ya, boleh aja, ga susah, cuman kalian akan mengalami keterbatasan waktu. Karena di Kudus angkutan umum jam enam petang aja udah sunyi senyap alias ga ada sama sekali. Beda kalau naik motor, selain banyak parkiran, kita juga bakal bisa menantang adrenalin ketika sampai di area parkir.

Iya, di sini setelah sampai di parkiran kalian bisa memutuskan untuk parkir, kemudian naik ojek yang super duper ekstrim bapak dan mas - mas ojeknya. Atau terus mengendarai motor kalian sampai ke area makam. Well, yang satu ini gue ga rekomen sih, apalagi kalau motor kalian matic, it's a big NO! Alternatif lain kalau kalian takut naik ojek yang(bakal berasa kaya naik roller coaster) super extrim, kalian bisa lewat tangga sepanjang kurang lebih satu kilometer, ga ada yang menegangkan, bahkan kalian bakal melihat pemandangan kota Kudus dilihat dari atas, dan banyak toko - toko souvenir dan oleh - oleh sepanjang anak tangga menuju makam Sunan Muria ini. Nah, tinggal kalian nih, mau pilih rute yang mana? Me? Here we go!

Rekomendasi rute:
- untuk naik ke makam mending naik ojek aja, gak serem - serem amat kok, asal jangan lihat bawah dan jangan lihat ke-histeris-an penumpang sebelum kamu, terutama ibuk - ibuk. Karena kalau naiknya pakai tangga, bisa ngos - ngosan serius! Dan kayanya naik ojek Muria ini juga bakal jadi cerita tersendiri buat anak cucu kita ntar, kaya semacam sebuah pencapaian dalam hidup gitu deh. YOLO! #halah

- untuk rute turunnya mending kita pilih rute menuruni anak tangga aja. Why? Selain kita disuguhkan dengan pemandangan yang keren, kita bakal dimanjakan dengan banyak toko - toko souvenir khas gunung Muria, juga oleh - oleh yang kudu wajib kalian cobain sebelum beli buat keluarga kamu. Why? because you can! and they're too delicious to skip. Plus lagi, lebih sehat dan kalian ga perlu merinding lagi naik ojek dengan kecepatan ekstrim dan menurun. Me? It's not recommended and not as fun as you do at first, apalagi yang takut ketinggian, BYE!

Caption from Top: - Gue, pose di antara penjual oleh - oleh, dan ini susah banget karena nunggu sepi, gak enak juga kalau ganggu para pejalan kaki di sini. - Area Souvenir dan oleh - oleh di dalam kompleks makam Sunan Muria, di sini harganya agak mahalan. - Gue lagi, shameless photo terus, ini di area luar makam, pengennya sih photo full, tapi lagi - lagi masi banyak sampah di area ini, jadi yah di crop aja gitu. - Accecories! YHAI! - Area buat makan makanan khas Muria, tapi pastikan sebelum membeli tanyakan tarifnya sebelum memesan menu, kadang ada oknum yang ngasi tarif es teh seharga bir BEWARE! - Area pedesaan di lihat dari rute anak tangga. Gue lagi, beda pose wkwkkw. Pisang Byar atau gedhang "Byar", konon katanya panjangnya bisa mencapa satu meter.

Friday, January 8, 2016

Resolusi Oh Resolusi


Akhir tahun 2015 lalu, gue masih di sini, duduk di salah satu sudut ruangan ini. Kalau di suruh milih di antara pantai atau pegunungan, pasti gue bakal pilih pantai untuk pilihan liburan atau sekedar nenangin pikiran. Bukan berati gue gak suka pegunungan, tapi kalau sendirian alias tanpa ada yang di sayang.., kan males! Dingin -dinginan di gunung tanpa ada yang di peluk? *Eaaaaaa. Dan ga berasa setahun itu cepet! Beneran! Rumah yang gue kontrakin ke orang aja ga berasa udah mau habis masa kontraknya. Pengennya sih dikontrakin lagi, tapi setelah di pikir - pikir kok lebih enak kalau di benahi dan di huni lagi aja. Padahal perasaan baru kemaren gue di tempat ini. Merencanakan banyak hal, membuat resolusi tahun 2015 . Gue mau ini, mau itu, kudu bisa ini, kudu bisa itu.

And here I am, dengan segala keterbatasan gue sebagai manusia ciptaan-Nya. Pada akhirnya harus ikhlas dan bersyukur menerima segala yang terjadi di tahun 2015 kemarin. Untuk kemudian bersiap menghadapi 2016 selama 365 hari kedepan. Tujuan tetep ada, namun mengingat pengalaman tahun kemarin juga, sepertinya jangan terlalu banyak dulu, cukup fokus dan di kerucutkan ke beberapa hal yang memang harus di dahulukan. Siapa sih yang tidak ingin kehidupannya lebih baik? Akan tetapi butuh lebih dari sekedar kata "Simsalabim" untuk meraihnya. Butuh proses, karena kita bukan Bandung Bondowoso yang mampu membangun 999 buah candi dalam semalam. Yakan? #UdahIyainAjaBiarCepet. Hayo? Apa saja hal - hal yang sudah kalian lakukan lebih baik di minggu pertama tahun ini? Semoga terus berkelanjutan yah, dan bukan sekedar euphoria bikin resolusi di tahun baru. Jangan seperti gue, minggu pertama rajin nge gym, renang, sampe lari di lapangan Balai Desa tiap hari minggu. Tapi ya itu, kalau udah masuk Januari biasanya ujan sehari -hari, jadi males keluar kalau udara dingin. Resolusi pun ikut membeku sampe akhir tahun lagi. Dingin Lagi, kapan berisinya nih badan?

Selamat Tahun Baru 2016! Selamat berjuang lebih keras dan efisien lagi! Semoga resolusi kalian bisa terwujud, semoga kita bisa menikmati prosesnya, tetap konsisten, dan membuahkan hasil.

Good Luck Everyone!

*Ah Telat Lo Ben!

Monday, December 14, 2015

Comeback,..



Jadi, sudah berapa lama gue ngeblog? Sudah dari jaman SMP kalau gak salah, dari jaman internet cuman bisa di akses di warnet - warnet yang AC-nya cuman cukup buat ngademin CPU pentium 3 bermonitor tabung super gedhe, sampe sekarang di mana semua orang bisa mengakses internet dengan mudah lewat smartphonenya. Lama memang, dari yang awalnya coba - coba, bikin blog di blogger (sebelum dibeli google) pasang widget - widgetnya yang seabrek, clock widgetlah, pemutar mp3 lah, map lah, ikan koi muter - muter lah, sampai huruf dengan efek gliter - gliter unyu kawai nan alay ituh? Ya! Gue pernah alay juga! Inget jaman My space dan Friendster? Di mana kita berlomba - lomba bikin profile kita se-anti-mainstream mungkin. Dan salah satunya ya, dengan cara pasang huruf - huruf gliter tadi. Dulu banyak banget loh yang pake! Pokoknya elo belum jadi anak gahol internet kalau profile friendster/ My Space belom rame ama huruf gliter dan macem - macem widget itu, termasuk, blog kita juga. Meskipun minim konten yak, yang penting punya blog dulu gitu.

Sampai kemudian bikin blog yang agak serius di wordpress .com(di umur anak SMA) yang memang kontennya beneran gue bikin sendiri, bahas cinta monyet, curhat ga jelas, you know, teenagers. Terus balik lagi ke blogger, karena theme di wordpress.com mentok di situ -situ aja. Terus vakum karena sibuk ujian. Kemudian balik ngeblog lagi di multiplay, terus karena sepi balik bikin lagi di blogger. Gitu terus, dan ngeblog bagi gue cuman sekedar tempat gue curhat dan nulis apapun yang ada di benak gue. Tanpa mikir kalau tulisan gue bakalan ada yg baca, Blogging is all about having fun! Sampai akhirnya dulu bikin Fashion Blog, karena emang jaman - jamannya Fashion blogger lagi populer, jadi gue kaya nemu lagi jalan buat mewujudkan mimpi gue kembali. Kaya semacam hidayah, bahwasanya gue harus nge-blog, dan bisa bahagia karena itu, singkatnya, I'm inspired!