Monday, May 8, 2017

Goblin The Great and Lonely God (Dokkaebi): Cinta Tanpa Batas Ruang dan Waktu


Ini sekedar kebetulan, atau memang hampir semua K-Drama series yang tayang di musim dingin menjelang natal dan tahun baru hampir semuanya, oke, semuanya bagus! Termasuk yang akan saya bahas di sini. Kalau kalian pecinta K-Drama tentu sudah pernah nonton semua kan? "Dokkaebi", atau "Goblin The Great and Lonely God", atau lebih sering dikenal dengan "Goblin" aja.

Cerita fantasi dengan segala efek yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah tayangan bermutu cenderung tidak mudah dan tidak murah. Apalagi bila tingkat imajinasi yang hendak ditampilkan di luar batas kemampuan manusia sebenarnya. Agak riskan jika ide cerita fantasi dibuat menjadi sebuah serial, dibuat film saja butuh perencanaan matang. Kalau bukan dari novel best seller, atau cerita dari komik - komik legendaris. Produser dan rumah produksi akan berpikir seribu kali dulu untuk mengangkat cerita fantasi ke layar lebar, apalagi serial. Namun, produser, penulis, dan pihak TVN sekali lagi membuktikan bahwa Korea tidak pernah main - main dalam pembuatan setiap K-Drama yang mereka tayangkan.

Sedikit kekhawatiran saat melihat trailernya. Mengingat setting K-Drama ini melintasi batas ruang dan waktu, sama seperti rivalnya yang tayang lebih dulu "The Legend of Blue Sea". Disamping saya ini paling susah untuk menonton K-Drama bersetting waktu jaman dulu, ini agak subjektif sih, hehehe. Tapi beneran, kalaupun saya nonton K-Drama dengan setting jaman dahulu, pasti saya pilih yang cast-nya sesuai jaman dahulu, dan kebetulan, kebanyakan muka artis korea jaman sekarang kan futuristik dan imut modern semua yak? Heheh. Back to the topic, kekawatiran saya akan serial ini sama sekali tidak terjadi. Meskipun agak terkesan dragging di episode pertama dan kedua, namun disetiap episode bahkan bisa berdiri sendiri dan tetap menghibur. Menghibur banget malahan!

Disetiap episode ada scene serius, sedih, tapi tetap dibumbui humor receh nan lebay khas K-Drama yang bikin saya suka banget nonton K-Drama pada umumnya. Jangan salah, hampir disetiap episode akan ada adegan lucu yang bikin saya dan kalian klimaks banget ketawa dan ngakaknya. Ini jadi senjata utama dari serial "Goblin" ini. Selain juga para cast yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya, Gong Yoo yang popularitasnya melesat pesat kembali setelah kemarin sukses difilm "Train to Busan"-nya. Kemudian Lee Dong Wook yang ,...ahhhh cowok SUPERDUPER stylish dan ganteng diwaktu yang bersamaaan dan tak kalah populernya dengan Gong Yoo ini sangat pas menjadi lawan main Gong Yoo. Bahkan dibanding chemistry antara lawan main masing - masing, (Kim Go Eun dan Yoo In Na) . Chemistry antara Gong Yoo dan Lee Dong Wook diserial "Goblin" ini jadi daya tarik tersendiri (bahkan) yang bikin ngakak sepanjang episode. Bromance antara keduannya di-behind the scene dan di fanmeeting-nya juga bikin para fans teriak -teriak histeris. Heheheh





Berbeda dengan serial lainnya, kita akan diajak bersedih - sedih dulu di episode - episode awal. Cuman ntah kenapa belom bisa bikin mewek - mewek . Mungkin bener juga kata ahjussi Goblin, kalau kisah hidup Eun Tak yang diperankan oleh Kim Go Eun nggak sedih - sedih amat, jadi gak boleh dibikin lebay hehehe. Dan lagian, film ini lebih banyak bikin kamu ngakak ketimbang berderai air mata. Selain juga karakter Eun Tak yang selalu periang no matter what happened to her . Pesan saya sih, sebelum menonton K-drama yang satu ini, pastikan kalian punya banyak waktu luang dan memang khusus dijadwal untuk menonton serial ini. Karena sudah dipastikan serial ini bersifat adiktif. Tiap satu episode berakhir, langsung pengen lanjut ke episode berikutnya. Siap - siap ngakak aja ditiap episodenya, cuman di episode 13, plis banget siapin tissue . Karena saya dibikin banjir air mata diepisode ini, lagi - lagi salah satu series yang tidak terprediksi akan membuat saya banjir airmata. Bukan karena kisah cinta yang sedih sih, bukan juga karena tokoh utamanya meninggal atau apa. Melainkan akting Lee Dong Wook yang bener - bener keren saat tokoh yang diperankannya merasa gak di cintai siapapun bahkan oleh keluarganya sendiri, dan belakangan dia menyesal baru mengetahui bahwa apa yang dipikirkannya itu salah. Ekspresi penyesalannya itu lho,.. Top markotop banget! Dipadu sama setting dan musik yang tepat. Kombinasinya bikin pertahanan saya buat nggak nangis pas nonton K-drama runtuh porak - poranda. Untuk yang satu ini saya acungi jempol untuk Goblin.

Soundtrack dan backsound di serial ini juga tidak kalah keren. Di episode awal aja saya sudah dibikin jatuh cinta sama lagu "Stay With Me"nya Chen EXO dan Punch yang memang sudah jadi master bikin hits soundtrack K-drama. Dan lagu ini juga langsung tembus berjuta - juta views di youtube selang beberapa dari penayangan serial ini. Daebak! Untuk urusan soundtrack, serial ini jadi salah satu serial dengan soundtrack terbaik versi saya setelah lama saya tidak menemukan serial yang Full Soundtrack-nya saya suka seperti serial "It's Okay That Love". Tiap soundtrack pas banget sama scene yang diiringinya. Seperti "Beautiful Life" milik Crush penyanyinya ben) dan "Round and Round"- nya, HEIZE ft. Han Suji, sayangnya lagu ini dirilis diakhir padahal udah diputer di episode - episode awal, KZL!

So far, ini serial layak untuk kalian tonton marathon sampai subuh, meskipun ending yang agak predictable dan cheesy. Tapi serius, K-Drama ini hukumnya wajib banget ditonton untuk para fans dan yang bukan fans K-drama. Atau buat yang pengen baper dan berlovey dovey, butuh hiburan yang ringan tapi berbobot. Visual effect yang keren tapi gak lebay. Kualitas film malahan. Sekali lagi, serial ini WAJIB HUKUMNYA. Jadi dosa kalau kalian gak nonton! Mamah tau sendiri! heheheh. Jangan lupa kalau udah nonton ceritain bagian mana aja yang bikin kalian ngakak dan nangis bombay di komen yak. Till the next post chingu!

Friday, February 17, 2017

Weightlifting Fairy Kim Bok-joo: Kisah Cinta yang tak Muluk - muluk

Tidak ada ekspektasi khusus saat memulai mengikuti drama korea ini. Karena meskipun lebih awal tayang, saya sudah keburu diracuni sama Goblin. Tapi karena Goblin saat itu baru on going drama, alias belom kelar dan masih nunggu episode - episode berikutnya. Jadilah Weightlifting Fairy Kim Bok-joo tontonan di sela - sela saya mengikuti serial Goblin yang fenomenal itu.

Tapi sungguh, saya yakin apabila apa yang saya rasakan setelah menonton K-Drama Weightlifting Fairy Kim Bok-joo ini bukanlah karena ekspektasi saya yang tidak terlalu tinggi. Melainkan, ini adalah drama romantic yang SUPER DUPER KEREN! Selain pelepas kejenuhan menonton K-Drama yang didominasi genre comedy romantic fiction (baca: The Legend of The Bule Sea dan Goblin). Cerita dan plot drama ini amat sangat berani out of the box. Jangan berharap kalian akan menemukan sosok lead male character seorang cowok keren CEO, yang Tsundere abis. Atau cowok  Hallyu star? Tidak! kalian tidak akan menemukan apa yang biasa kalian temui di drama - drama korea pada umumnya.

Weightlifting Fairy Kim Bok-joo memberikan suguhan yang jarang kalian temui di K- drama yang biasanya terlalu dreamy. Alih - alih memberikan karakter cewe polos super duper miskin yang di aniaya sodara tirinya. Drama ini akan membuat kita masuk kedalam dunia seorang Kim Bok Joo, yang diperankan oleh Lee Sung-Kyung, seorang mahasiswa universitas jurusan olahraga sekaligus seorang atlet angkat besi profesional korea, dalam menjalani hari - harinya sebagai atlet, seorang sahabat, seseorang yang jatuh cinta untuk pertama kalinya, dan bagaimana seorang cewe yang kehidupannya normal, ( Emang kehidupan yang normal tuh yang gimana sik? LOL well, gak senormal itu, tapi masih lebih normal dari pada drama - drama lain sejauh ini) menemukan cinta sejatinya.

Tenang, meskipun plotnya terbilang biasa saja, namun sekali kalian menonton episode pertama, jangan salahkan saya kalau kalian pengen langsung lanjut nonton ke episode - episode berikutnya. Tiap episode masih tetep bikin penasaran dan gak kalah sama drama - drama lain. Lebih nyandu dibanding The Legend of Blue Sea. Bahkan saya sarankan drama ini kalian tonton secara marathon pas weekend saja dari pagi sampai seharian penuh (sumpah! ini bukan kebiasaan saya, bukan!). Scene - scene lucu, romantis cenderung konyol antara Kim Bok Joo dan Jung Joon-Hyung yang diperankan oleh Nam Joo-Hyuk sangatlah ajaib. Kenapa ajaib? Percayalah, saya senyum - senyum sendiri sampai ngakak pas nonton. Chemistry antara Nam Joo-Hyuk dan Lee Sung-Kyung pun amat sangat natural sekali. Masing - masing benar - benar masuk ke dalam peran mereka tersebut. Bahkan Lee Sung-Kyung rela untuk menggemukan badan dan tidak ragu - ragu saat scene  - scene didrama ini menuntutnya untuk terlihat jelek. Padahal di Its Okay That Love dia terlihat sexy dan super cute banget loh.

Scene sedihnya ada, tapi kalau buat saya belum sampai yang bikin meneteskan air mata atau mewek - mewek sampai ingus keluar sih. Kalian justru akan dibuat kangen sama teman - teman zaman kuliah kalian (buat yang udah almamater) atau merasa, "Duh Ben, ini ceritanya gue banget....!" dan nelponin temen - temen kalian yang sekarang pisah di luar kota. Banyak scene tentang persahabatan disini. Dan satu yang perlu digaris bawahi, less of drama. Lupakan tokoh antagonis yang sampai sebegitunya. Mereka tidak ada di drama ini. Cukup nyebelin, but stiil, it's normal. Drama ini benar - benar seperti kehidupan normal kita dan siapa saja (masih) bisa mengalaminya.

Yah, kalian butuh alasan lain lagi untuk menonton Weightlifting Fairy Kim Bok-joo? Duh, gimana yah, sebisa mungkin saya mencoba untuk tidak memberikan spoiler di sini. Jadi, kalian harus nonton. Saya berani berani bertaruh kalian tidak akan kecewa menonton drama ini. Apalagi buat yang lagi patah hati, atau yang mungkin sudah tidak percaya akan cinta sejati itu ada. Kalian wajib nonton drama ini. This K- drama will cure you for sure., bikin kita ingin merasakan cinta lagi tanpa jatuh, dan buru - buru punya pacar! ahahahaha

Plus bonus! Hampir di setiap episode kita bakal liat Nam Joo-Hyuk shirtless! aaah Jinjja!



Nih aku kasih teasernya aja, Drama lengkapnya bisa kalian tonton di drakorindo atau kissasian yak. Kalau udah nonton, jangan lupa ceritain perasaan kalian di kolom komentar. See you!

Tuesday, February 14, 2017

Merayakan Cinta

Dulu, waktu masih SMP, saya suka kalang kabut dan bingung untuk mencari hadiah apa yang harus diberikan untuk orang tersayang, apakah itu bunga, coklat, atau gelang tali kembaran. Kadang karena budget terbatas saya malah kepikiran buat ga ngasih apa - apa saja. Lagian, dulu juga dibikin bingung mengapa sekolah saya memberikan selebaran kepada seluruh murid untuk tidak merayakan valentine. Tapi namanya juga anak SMP, tetap saja kami merayakannya meskipun harus "backstreet" dari Bapak dan Ibu Guru. *sekarang baru sadar kalau ini cuman sayang -sayangan cinta monyet doank eheheh. .

Beberapa tahun lalu saya merajuk hanya karena seseorang tidak memberikan coklat ketika hari valentine, duh alay banget! Malu sendiri kalau inget tingkah sok mandja dan alay-nya saya pas jaman jahiliyah *sekarang masih sih. Kya!. Kemudian beberapa tahun berikutnya lagi, saya dibuat terharu oleh seseorang yang tidak saya sangka akan memberikan coklat dan segala pernak - pernik valentine anak muda pada umumnya. Padahal, saya sudah tidak mengharap dapat hadiah atau apapun itu mengingat kami berdua sudah tidak muda lagi. Tapi benar, saya bahagia saat itu, siapa sih, yang tidak suka diberi hadiah? Ntah itu sepotong coklat, atau satu set coklat valentine di alfamart. Sekuntum bunga mawar, atau satu buket mawar putih. Apapun itu, pemberian dari orang yang kita cintai pasti akan membuat bahagia. *Pun itu cinta monyet atau cinta mati satu, dua dan berikutnya.

Disetiap fase perayaan valentine saya, selalu ada kebahagiaan. Meskipun kadang ada kekecewaan karena pengharapan yang terlalu besar (biasanya dalam hal seberapa besar kejutan dan tingkat keromantisannya ehehehe). Tapi tetap, jika diresume, banyak bahagianya ketimbang sedih dan dramanya ketika merayakan valentine. "Terus sekarang, gimana valentine kamu Ben?"


Sekarang, masih sama kaya tahun - tahun kemarin. Cuman sekarang lebih bersyukur, karena semenjak mengenal cinta, saya tidak pernah ikut - ikutan latah merayakan valentine, ataupun tidak merayakannya hanya karena selebaran  dengan cerita yang ntah dari mana sumbernya (dan tidak membaca kemudian memperdebatkannya). Bersyukur waktu SMP ngasi coklat dengan nabung uang jajan dan bukan nodong ortu. Bersyukur mantan - mantan saya sebelumnya memberi coklat karena tulus sebagai ungkapan cinta dan bukan cuman untuk meningkatkan dopamine dalam otak saya. Bersyukur karena baik saya maupun mantan - mantan saya, tidak mengatasnamakan valentine sebagai perayaan nafsu belaka melainkan cinta. Bersyukur karena sekarang sudah mengerti bahwa cinta tidak harus dirayakan ketika valentine saja. Bersyukur karena selama ini saya merayakan cinta karena cinta itu sendiri.


Happy Valentine my dearest family, friends, and colleagues! Wish u have the most romantic and lovely Valentine ever with u're loved one.




*PS:

 - Yes, i'm single now, write this post and spend valentine with my mom and bro plus Elsa, if she coulb be count. *ini sih iklan eheheh


- Maaf kalau lagunya kurang romantis, yah,.. namanya juga lagu valentinenya single!